Minggu, 16 Agustus 2009

Berbuat lah ....... !!!


Merdeka .... !
Upacara Bendera. Panjat pinang. Lomba dan lomba. Terus ditutup dengan acara malam kesenian.
Apakah ini dan dengan begini kita mencintai negeri ini ???

Sebagai generasi muda dan anak bangsa yang cerdas. Tanyakan kepada diri apa yang telah kita lakukan dan perbuat untuk negeri.


Mungkin untuk negeri ini terlalu luas dan besar.
Kita ganti ... untuk desa dimana kita tinggal. Ach masih kebesaran.
Kita ganti ... untuk keluarga. Ach masih belum lagi.
Kita ganti ... untuk diri kita sendiri.

Saudaraku.
Untuk memulai tidak usah berangkat dari hal yang besar. Tapi mulailah dari hal yang kecil, yang bermanfaat untuk diri pribadi. Lakukanlah hak dan kewajiban kita selaku Orang tua, Anak dan warga dari negeri ini.

BELAJAR DAN BERBUATLAH .... Untuk diri dan kelak akan bermanfaat buat diri dan NEGERI ini.

Selengkapnya...

Senin, 10 Agustus 2009

Hayo ... bangunlah wisata Pekanbaru


Tepatnya Minggu tanggal 09 Agustus 2009 Teluk Kuantan, Kuantan Sengingi (Kuansing) Riau mengadakan final lomba pacu jalur. Ini merupakan event pariwisata yang bagus, perlu dilestarikan dan terus ditingkatkan
Bagaimana dengan kotaku Pekanbaru tercinta ???

Senin sampai Jumat hari yang melelahkan bagi kita semua, sibuk dan padat dengan segala aktivitas. Weekend harus kemana ya .... apa harus ke Mall lagi. Boseeen...

Terus solusinya seperti apa.
Kita punya potensi alam yang banyak, Hanya saja atau mungkin belum termanfaatkan dan dikelola secara profesional oleh pemerintah kota Pekanbaru. Mungkin kalender pariwisata kita yang setiap bulan harus lebih diisi. Sehingga masyarakat kita bisa menghabiskan uangnya ditempatnya sendiri. Tanpa harus pergi keluar. Ya sekurangnya kita jadi wisatawan domestik.

Atau mungkin saja semua sudah ada event-event tersebut. Tetapi belum diketahui masyarakat banyak Untuk itu perlu pemasaran yang lebih gencar lewat Dinas Pariwisata, Travel biro atau brosur-brosur. Juga peran kita sesama blogger bisa sharing informasi.

Marilah kita cintai daerah dan budaya lokal kita sendiri.
Selengkapnya...

Senin, 03 Agustus 2009

Sulitnya merubah sebuah habit

" Aduh mengapa sich anak saya masih juga tak mampu untuk tidur sendiri ". Sepenggal kalimat diatas sering dikeluhkan sebahagian ibu. Mengapa kita tidak mampu mengatasinya ?
Yuk kita bahas !..

Kasih ibu sepanjang jalan, potongan pepatah ini memang benar adanya. Cinta dan kasih kita yang berlebih kadang membuat kita buta akan keberadaan dan kebebasan yang juga harus dimiliki oleh seorang anak.

Kemampuan anak untuk tidur sendiri itu tidak datang dengan sendirinya. Yang pasti sianak akan merasa damai tidur dekat atau dalam pelukan si ibu. Dan ironisnya si ibu juga akan merasa nyaman tidur kalau si anak ada didekatnya.
Yang ada dalam pikiran ibu " Ntar kalau dia kenapa-napa malam gimana, atau dia mimpi buruk, atau, atau dan selalu atau. "

OK... yang harus kita lakukan sebagai ibu adalah " bersikaplah bijaksana dan berpikirlah jauh kedepan ". Mengajar sianak untuk tidur sendiri adalah salah satu sikap kita melatih sianak mandiri dari dini.

Bagi ibu-ibu muda perbanyaklah perbendaharaan cerita. Bacakanlah anak kita cerita ringan yang bermanfaat agar sianak merasa nyaman, aman dan damai. Bersikaplah tegas kala sianak rewel, tetapi tegas mendidik. Bisikan keanak bahwa ibu selalu dan akan mendengar kala sianak memanggil sehingga anak merasa aman. Tutup dengan doa berdua. Jangan lupa belai dan ciumlah dia sebelum kita menutup pintu kamar.

Dilemanya .... kira-kira kita mampu tidak ya pisah tidur dari sikecil kita ???
Selengkapnya...

Sabtu, 18 Juli 2009

Sujudku disajadahmu

Begitu sunyi ....... diatas sajadah hijau lumut ini aku bertafakur, Adakah hal yang lebih damai selain menjadi kekasihMU Adakah yang lebih mengerti diriku seperti diriMU
Adakah keindahan yang begitu sempurna selain ciptaanMU
Adakah yang lebih hebat dan tidak pernah sombong selain diriMU
Setelah semua adalah diriMU
Adakah yang selalu setia mendengar keluh kesahku .... och hanya kaMU
Lalu mengapa aku harus selalu menyangkal keberadaanMU
Och.... kembali kuterdiam
Tetes demi tetes air bening mulai mengalir jatuh perlahan basahi sajadahmu
Mengapa selama ini aku menjauh .... bila diriMU selalu ada.
Kuhela nafas panjang ....
Takkan terlambat untuk jadi kekasihMU
Sayup kedengar panggilanmu begitu merdu
Kupejam mata dan kurasa begitu damai
Tunggulah aku duhai kekasih, akan kuangkat tangan ini menerima panggilanMU
Selengkapnya...

Followers

Labels

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani
 

Copyright © 2009 by PERNIK PEREMPUAN